بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Kaidah Bahasa Arab Al-Qur'an

Modul lanjutan pembinaan bahasa Arab Al-Qur'an: Ciri-ciri Isim (Kata Benda), Tabel Master 14 Dhomir (Kata Ganti), Isim Isyarah & Maushul, serta Pengenalan Bentuk Fi'il (Kata Kerja).

📝 Modul Terstruktur ✨ 14 Dhomir Lengkap 🔍 Disertai Contoh Ayat 📚 Metode Tamyiz & Turjuman
🔍
📖 Buka 26 Kolom Huruf ➔
🏛️ 3 Jenis Kata 🔍 7 Ciri Isim 👥 Tabel 14 Dhomir 👉 Isim Isyarah & Maushul ⚡ Pengenalan Fi'il 💡 Langkah Terjemah
🏛️ Fondasi Kalimat: 3 Jenis Kata dalam Bahasa Arab
Kaidah Dasar

Para ulama ahli bahasa Arab merumuskan bahwa seluruh jutaan kata yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan bahasa Arab tidak terlepas dari 3 golongan besar:

Golongan 1
حَرْفٌ
1. Huruf (Kata Tugas / Penghubung)

Kata yang tidak memiliki arti sempurna kecuali bersambung dengan kata lain. Termasuk di dalamnya kata depan, kata sambung, kata tanya, sumpah, dan penegas.

Rujukan Pembelajaran:
Telah dirangkum lengkap dalam 26 Kolom Huruf Metode Tamyiz (Bi, Fi, Min, Inna, Hal, La, dll).
Golongan 2
اِسْمٌ
2. Isim (Kata Benda / Nama / Sifat)

Kata yang menunjukkan nama orang, tempat, benda, sifat, waktu, konsep abstrak, atau kata ganti nama, dan tidak terikat dengan dimensi waktu.

Contoh dalam Al-Qur'an:
الْحَمْدُ • كِتَابٌ • رَحْمَٰنٌ • مَسْجِدٌ
Pujian, kitab, Maha Pemurah, masjid.
Golongan 3
فِعْلٌ
3. Fi'il (Kata Kerja)

Kata yang menunjukkan suatu peristiwa atau perbuatan dan terikat secara mutlak dengan waktu (masa lampau / madhi, masa sekarang & akan datang / mudhari', atau perintah / amr).

Contoh dalam Al-Qur'an:
خَلَقَ • يَعْلَمُونَ • اِقْرَأْ
Telah menciptakan, mereka sedang/akan tahu, bacalah!
🔍 7 Ciri Utama Isim (Rumus Cepat Mengenali Kata Benda)
Deteksi Cepat Al-Qur'an

Suatu kata dalam Al-Qur'an dipastikan adalah Isim jika memiliki minimal salah satu dari ciri-ciri berikut:

Ciri 1
الـ
Berawalan Alif Lam (ال)

Setiap kata yang diawali 'Al' adalah Isim ma'rifat (tertentu). Fi'il dan Huruf tidak pernah menerima Alif Lam.

Contoh Ayat:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Al-Hamdu & Al-'Alamina adalah Isim karena ada Alif Lam.
Ciri 2
ـٌ ـٍ ـً
Berharakat Tanwin (Dhommatain, Kasratain, Fathatain)

Hanya Isim yang bisa bertanwin. Kata yang bertanwin tidak boleh kemasukan Alif Lam.

Contoh Ayat:
غَفُورٌ رَحِيمٌ • عِبَادًا • يَوْمٍ
Ghafuurun, Rahiimun, 'Ibaadan adalah Isim karena bertanwin.
Ciri 3
حُرُوفُ الْجَرِّ
Diawali Huruf Jar (Kolom 1 Tamyiz)

Huruf jar (Bi, Li, Fi, Min, Ila, 'An, 'Ala, Hatta, dll) hanya bisa masuk ke Isim dan membuat baris akhirnya kasrah.

Contoh Ayat:
بِسْمِ اللَّهِ • فِي السَّمَاءِ • عَلَى الْهُدَىٰ
Kata Ismi, As-Sama'i, Al-Huda adalah Isim karena setelah huruf jar.
Ciri 4
ـة / ة
Berakhiran Ta' Marbuthah (ة / ـة)

Ta' Marbuthah merupakan ciri khas Isim yang menunjukkan kata benda feminin (muannats) atau satuan.

Contoh Ayat:
جَنَّةٌ • آيَةٌ • رَحْمَةَ اللَّهِ
Jannatun (surga), Aayatun (tanda/ayat), Rahmatan (rahmat).
Ciri 5
الْإِضَافَةُ
Disandarkan (Mudhaf - Mudhaf Ilaih)

Dua kata yang membentuk frase kepemilikan/sandaran (seperti 'Utusan Allah', 'Hari Kiamat').

Contoh Ayat:
رَسُولُ اللَّهِ • يَوْمِ الدِّينِ • كِتَابَ اللَّهِ
Kata pertama (Rasul, Yaum, Kitab) otomatis Isim karena disandarkan.
Ciri 6
حُرُوفُ النِّدَاءِ
Diawali Huruf Panggilan / Nida' (يَا)

Kata yang jatuh setelah kata seru atau panggilan 'Yaa' dipastikan adalah Isim (nama atau predikat yang dipanggil).

Contoh Ayat:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ • يَا آدَمُ • يَا قَوْمِ
Ayyuha, Aadamu, Qaumi adalah Isim karena dipanggil.
👥 Tabel Master 14 Dhomir (Kata Ganti Nama / Pronouns)
Pilar Utama Bahasa Arab

Dhomir adalah kata ganti nama yang berulang ribuan kali di dalam Al-Qur'an. Dhomir terbagi menjadi dua bentuk: Munfashil (berdiri sendiri) dan Muttashil (bersambung di belakang kata benda/kerja/huruf).

Kategori Orang Dhomir Munfashil
(Berdiri Sendiri)
Dhomir Muttashil
(Akhiran Sambung)
Arti & Sasaran Contoh dalam Ayat Al-Qur'an
Orang ke-3 (Laki-laki)
الْغَائِبُ
هُوَ ـهُ / ـهِ Dia (1 Orang Laki-laki) قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa (QS. Al-Ikhlas: 1)
هُمَا ـهُمَا / ـهِمَا Mereka Berdua (2 Laki-laki) قَالَ رَجُلَانِ ... قَالَا Berkatalah dua orang laki-laki (QS. Al-Ma'idah: 23)
هُمْ ـهُمْ / ـهِمْ Mereka (Banyak Laki-laki / Umum) أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. Al-Baqarah: 5)
Orang ke-3 (Perempuan)
الْغَائِبَةُ
هِيَ ـهَا Dia (1 Orang Perempuan / Benda) إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ Sesungguhnya sapi betina itu adalah kuning (QS. Al-Baqarah: 69)
هُمَا ـهُمَا / ـهِمَا Mereka Berdua (2 Perempuan) وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ Dan didapatinya dua orang perempuan (QS. Al-Qashash: 23)
هُنَّ ـهُنَّ / ـهِنَّ Mereka (Banyak Perempuan) هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ Mereka adalah pakaian bagimu... (QS. Al-Baqarah: 187)
Orang ke-2 (Laki-laki)
الْمُخَاطَبُ
أَنْتَ ـكَ Kamu / Engkau (1 Laki-laki) أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami (QS. Al-Baqarah: 286)
أَنْتُمَا ـكُمَا Kalian Berdua (2 Laki-laki) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah... (QS. Ar-Rahman: 13)
أَنْتُمْ ـكُمْ Kalian (Banyak Laki-laki / Jamak) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ...diwajibkan atas kamu berpuasa (QS. Al-Baqarah: 183)
Orang ke-2 (Perempuan)
الْمُخَاطَبَةُ
أَنْتِ ـكِ Kamu (1 Perempuan) قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا Hai Maryam, dari mana bagimu makanan ini? (QS. Ali 'Imran: 37)
أَنْتُمَا ـكُمَا Kalian Berdua (2 Perempuan) كِلْتَاهُمَا آتَتْ أُكُلَهَا Kedua kebun itu menghasilkan buahnya (QS. Al-Kahfi: 33)
أَنْتُنَّ ـكُنَّ Kalian (Banyak Perempuan) يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ Wahai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti... (QS. Al-Ahzab: 32)
Orang ke-1 (Bicara)
الْمُتَكَلِّمُ
أَنَا ـيْ / ـنِيْ Saya / Aku (Tunggal) إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku (QS. Thaha: 14)
نَحْنُ ـنَا Kami / Kita (Jamak / Keagungan) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik (QS. Yusuf: 3)
👉 Isim Isyarah (Kata Tunjuk) & Isim Maushul (Kata Sambung)
Kerap Berulang

A. Isim Isyarah (Kata Tunjuk Ini & Itu)

Dekat (Ini)
هَٰذَا / هَٰذِهِ
Hadza (Lk) & Hadzihi (Pr/Jamak)

Artinya "Ini". Digunakan untuk menunjuk hal yang dekat, baik tunggal laki-laki (Hadza) maupun perempuan / jamak tak berakal (Hadzihi).

Contoh Ayat:
هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ • هَٰذِهِ جَهَنَّمُ
Ini adalah penjelasan bagi manusia (QS. Ali 'Imran: 138)
Jauh (Itu)
ذَٰلِكَ / تِلْكَ
Dzalika (Lk) & Tilka (Pr/Jamak)

Artinya "Itu". Digunakan untuk menunjuk hal yang jauh atau diagungkan keutamaannya.

Contoh Ayat:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ • تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ
Kitab (Al-Qur'an) itu tidak ada keraguan padanya (QS. Al-Baqarah: 2)
Jamak (Orang)
أُولَٰئِكَ / هَٰؤُلَاءِ
Ula'ika (Mereka itu) & Ha'ula'i (Mereka ini)

Menunjuk kelompok banyak orang / manusia yang dekat (Ha'ula'i) atau jauh (Ula'ika).

Contoh Ayat:
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya (QS. Al-Baqarah: 5)

B. Isim Maushul (Kata Sambung "Yang")

Tunggal
الَّذِي / الَّتِي
Alladzi (Lk) & Allati (Pr)

Artinya "Orang yang / Yang". Menghubungkan kalimat utama dengan anak kalimat penjelas (shilah maushul).

Contoh Ayat:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ
Yang menciptakan mati dan hidup (QS. Al-Mulk: 2)
Jamak
الَّذِينَ
Alladzina (Jamak Laki-laki / Umum)

Artinya "Orang-orang yang". Merupakan salah satu kata paling sering muncul di pembuka seruan ayat-ayat hukum dan iman.

Contoh Ayat:
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (QS. Al-Fatihah: 7)
Universal
مَنْ / مَا
Man (Siapa yang) & Ma (Apa yang)

Bila berada di tengah kalimat bukan sebagai kata tanya, Man berarti 'siapa/orang yang' (berakal) dan Ma berarti 'apa/segala sesuatu yang' (benda/tak berakal).

Contoh Ayat:
مَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ • لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
Barangsiapa mengerjakan kebaikan... Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit.
⚡ Mengenal Fi'il (Kata Kerja: Madhi, Mudhari', & Amr)
Konsep Waktu & Aksi

Berbeda dengan Isim yang statis, Fi'il selalu membawa informasi perbuatan dan dimensi waktu kejadian:

فِعْلٌ مَاضٍ
1. Fi'il Madhi (Masa Lampau)
Telah Dilakukan (Past Tense)

Menunjukkan perbuatan yang telah selesai dikerjakan sebelum pembicaraan berlangsung. Bentuk dasarnya biasanya terdiri dari 3 huruf berharakat fathah.

Ciri Akhiran Dhomir:
• Dia lk: فَعَلَ (Fathah polos)
• Dia pr: فَعَلَتْ (Akhiran Ta' sukun تْ)
• Mereka: فَعَلُوا (Akhiran Wawu Alif وا)
• Kamu: فَعَلْتَ (Akhiran Ta' fathah تَ)
• Saya: فَعَلْتُ (Akhiran Ta' dhommah تُ)
• Kami: فَعَلْنَا (Akhiran Naa panjang نَا)
Contoh Ayat:
خَلَقَ الْإِنْسَانَ • أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
Dia telah menciptakan manusia • Engkau telah beri nikmat.
فِعْلٌ مُضَارِعٌ
2. Fi'il Mudhari' (Sedang / Akan Datang)
Present / Future Tense

Menunjukkan perbuatan yang sedang berlangsung atau akan dilakukan secara rutin / di masa depan.

Ciri Awalan Huruf Mudhara'ah (ANAYTU / أَنَيْتُ):
• أَ = Saya: أَعْلَمُ (Aku tahu)
• نَ = Kami: نَعْبُدُ (Kami menyembah)
• يَ = Dia/Mereka: يَعْلَمُونَ (Mereka tahu)
• تَ = Kamu/Dia pr: تَعْلَمُونَ (Kalian tahu)
Contoh Ayat:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada Engkau kami menyembah dan mohon pertolongan.
فِعْلُ أَمْرٍ
3. Fi'il Amr (Kata Kerja Perintah)
Imperative / Perintah & Doa

Kata kerja yang mengandung instruksi, perintah dari Allah, atau permohonan doa hamba kepada Allah.

Ciri Khas & Harakat:
• Biasanya berakhiran sukun (ـْ) untuk tunggal.
• Berakhiran Wawu Alif (ـُوا) untuk perintah jamak.
• Contoh: اِقْرَأْ (bacalah!), أَقِيمُوا (dirikanlah!).
Contoh Ayat:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus (QS. Al-Fatihah: 6).
💡 5 Langkah Praktis Menerjemahkan Ayat Al-Qur'an secara Mandiri
Metode Turjuman & Tamyiz

Dengan menggabungkan materi 26 Kolom Huruf dan Kaidah Isim-Fi'il di halaman ini, para santri dapat membedah setiap ayat dengan rumus berikut:

1

Pisahkan Kata Per-Kata (Potong Partikel Awalan & Akhiran)

Perhatikan huruf sambung di depan (seperti Wa, Fa, Bi, Li) dan dhomir yang menempel di belakang (seperti -hu, -kum, -na). Pisahkan agar bentuk kata dasarnya terlihat jelas.

2

Cek Apakah Termasuk Golongan Huruf (26 Kolom Tamyiz)

Jika kata tersebut adalah huruf seperti Inna (sesungguhnya), La (tidak), Hal (apakah), Ila (kepada), artikan langsung maknanya sesuai kamus kolomnya.

3

Identifikasi Isim dengan 7 Ciri Utamanya

Periksa apakah kata memiliki Alif Lam (ال), Tanwin, Ta' Marbuthah, atau didahului huruf jar. Jika ya, berarti kata tersebut adalah benda/nama/sifat.

4

Identifikasi Fi'il dan Subjek Pelakunya (Dhomir)

Jika bukan huruf dan bukan isim, periksa apakah kata tersebut diawali huruf Mudhara'ah (A-Na-Ya-Ta) atau diakhiri dhomir lampau. Tentukan siapa pelakunya (apakah Dia, Mereka, Kamu, atau Kami).

5

Susun Terjemahan Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia yang Mudah Dipahami

Rangkai makna kata-perkata menjadi kalimat yang indah dan tadabburi maknanya untuk diaplikasikan dalam ibadah sehari-hari.

📖 Pendaftaran & Konsultasi Belajar
💬 Hubungi WA ↗