Para ulama ahli bahasa Arab merumuskan bahwa seluruh jutaan kata yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan bahasa Arab tidak terlepas dari 3 golongan besar:
Kata yang tidak memiliki arti sempurna kecuali bersambung dengan kata lain. Termasuk di dalamnya kata depan, kata sambung, kata tanya, sumpah, dan penegas.
Kata yang menunjukkan nama orang, tempat, benda, sifat, waktu, konsep abstrak, atau kata ganti nama, dan tidak terikat dengan dimensi waktu.
Kata yang menunjukkan suatu peristiwa atau perbuatan dan terikat secara mutlak dengan waktu (masa lampau / madhi, masa sekarang & akan datang / mudhari', atau perintah / amr).
Suatu kata dalam Al-Qur'an dipastikan adalah Isim jika memiliki minimal salah satu dari ciri-ciri berikut:
Setiap kata yang diawali 'Al' adalah Isim ma'rifat (tertentu). Fi'il dan Huruf tidak pernah menerima Alif Lam.
Hanya Isim yang bisa bertanwin. Kata yang bertanwin tidak boleh kemasukan Alif Lam.
Huruf jar (Bi, Li, Fi, Min, Ila, 'An, 'Ala, Hatta, dll) hanya bisa masuk ke Isim dan membuat baris akhirnya kasrah.
Ta' Marbuthah merupakan ciri khas Isim yang menunjukkan kata benda feminin (muannats) atau satuan.
Dua kata yang membentuk frase kepemilikan/sandaran (seperti 'Utusan Allah', 'Hari Kiamat').
Kata yang jatuh setelah kata seru atau panggilan 'Yaa' dipastikan adalah Isim (nama atau predikat yang dipanggil).
Dhomir adalah kata ganti nama yang berulang ribuan kali di dalam Al-Qur'an. Dhomir terbagi menjadi dua bentuk: Munfashil (berdiri sendiri) dan Muttashil (bersambung di belakang kata benda/kerja/huruf).
| Kategori Orang | Dhomir Munfashil (Berdiri Sendiri) |
Dhomir Muttashil (Akhiran Sambung) |
Arti & Sasaran | Contoh dalam Ayat Al-Qur'an |
|---|---|---|---|---|
|
Orang ke-3 (Laki-laki) الْغَائِبُ |
هُوَ | ـهُ / ـهِ | Dia (1 Orang Laki-laki) | قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa (QS. Al-Ikhlas: 1) |
| هُمَا | ـهُمَا / ـهِمَا | Mereka Berdua (2 Laki-laki) | قَالَ رَجُلَانِ ... قَالَا Berkatalah dua orang laki-laki (QS. Al-Ma'idah: 23) | |
| هُمْ | ـهُمْ / ـهِمْ | Mereka (Banyak Laki-laki / Umum) | أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. Al-Baqarah: 5) | |
|
Orang ke-3 (Perempuan) الْغَائِبَةُ |
هِيَ | ـهَا | Dia (1 Orang Perempuan / Benda) | إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ Sesungguhnya sapi betina itu adalah kuning (QS. Al-Baqarah: 69) |
| هُمَا | ـهُمَا / ـهِمَا | Mereka Berdua (2 Perempuan) | وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ Dan didapatinya dua orang perempuan (QS. Al-Qashash: 23) | |
| هُنَّ | ـهُنَّ / ـهِنَّ | Mereka (Banyak Perempuan) | هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ Mereka adalah pakaian bagimu... (QS. Al-Baqarah: 187) | |
|
Orang ke-2 (Laki-laki) الْمُخَاطَبُ |
أَنْتَ | ـكَ | Kamu / Engkau (1 Laki-laki) | أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami (QS. Al-Baqarah: 286) |
| أَنْتُمَا | ـكُمَا | Kalian Berdua (2 Laki-laki) | فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah... (QS. Ar-Rahman: 13) | |
| أَنْتُمْ | ـكُمْ | Kalian (Banyak Laki-laki / Jamak) | يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ...diwajibkan atas kamu berpuasa (QS. Al-Baqarah: 183) | |
|
Orang ke-2 (Perempuan) الْمُخَاطَبَةُ |
أَنْتِ | ـكِ | Kamu (1 Perempuan) | قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا Hai Maryam, dari mana bagimu makanan ini? (QS. Ali 'Imran: 37) |
| أَنْتُمَا | ـكُمَا | Kalian Berdua (2 Perempuan) | كِلْتَاهُمَا آتَتْ أُكُلَهَا Kedua kebun itu menghasilkan buahnya (QS. Al-Kahfi: 33) | |
| أَنْتُنَّ | ـكُنَّ | Kalian (Banyak Perempuan) | يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ Wahai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti... (QS. Al-Ahzab: 32) | |
|
Orang ke-1 (Bicara) الْمُتَكَلِّمُ |
أَنَا | ـيْ / ـنِيْ | Saya / Aku (Tunggal) | إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku (QS. Thaha: 14) |
| نَحْنُ | ـنَا | Kami / Kita (Jamak / Keagungan) | نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik (QS. Yusuf: 3) |
A. Isim Isyarah (Kata Tunjuk Ini & Itu)
Artinya "Ini". Digunakan untuk menunjuk hal yang dekat, baik tunggal laki-laki (Hadza) maupun perempuan / jamak tak berakal (Hadzihi).
Artinya "Itu". Digunakan untuk menunjuk hal yang jauh atau diagungkan keutamaannya.
Menunjuk kelompok banyak orang / manusia yang dekat (Ha'ula'i) atau jauh (Ula'ika).
B. Isim Maushul (Kata Sambung "Yang")
Artinya "Orang yang / Yang". Menghubungkan kalimat utama dengan anak kalimat penjelas (shilah maushul).
Artinya "Orang-orang yang". Merupakan salah satu kata paling sering muncul di pembuka seruan ayat-ayat hukum dan iman.
Bila berada di tengah kalimat bukan sebagai kata tanya, Man berarti 'siapa/orang yang' (berakal) dan Ma berarti 'apa/segala sesuatu yang' (benda/tak berakal).
Berbeda dengan Isim yang statis, Fi'il selalu membawa informasi perbuatan dan dimensi waktu kejadian:
Menunjukkan perbuatan yang telah selesai dikerjakan sebelum pembicaraan berlangsung. Bentuk dasarnya biasanya terdiri dari 3 huruf berharakat fathah.
• Dia pr: فَعَلَتْ (Akhiran Ta' sukun تْ)
• Mereka: فَعَلُوا (Akhiran Wawu Alif وا)
• Kamu: فَعَلْتَ (Akhiran Ta' fathah تَ)
• Saya: فَعَلْتُ (Akhiran Ta' dhommah تُ)
• Kami: فَعَلْنَا (Akhiran Naa panjang نَا)
Menunjukkan perbuatan yang sedang berlangsung atau akan dilakukan secara rutin / di masa depan.
• نَ = Kami: نَعْبُدُ (Kami menyembah)
• يَ = Dia/Mereka: يَعْلَمُونَ (Mereka tahu)
• تَ = Kamu/Dia pr: تَعْلَمُونَ (Kalian tahu)
Kata kerja yang mengandung instruksi, perintah dari Allah, atau permohonan doa hamba kepada Allah.
• Berakhiran Wawu Alif (ـُوا) untuk perintah jamak.
• Contoh: اِقْرَأْ (bacalah!), أَقِيمُوا (dirikanlah!).
Dengan menggabungkan materi 26 Kolom Huruf dan Kaidah Isim-Fi'il di halaman ini, para santri dapat membedah setiap ayat dengan rumus berikut:
Pisahkan Kata Per-Kata (Potong Partikel Awalan & Akhiran)
Perhatikan huruf sambung di depan (seperti Wa, Fa, Bi, Li) dan dhomir yang menempel di belakang (seperti -hu, -kum, -na). Pisahkan agar bentuk kata dasarnya terlihat jelas.
Cek Apakah Termasuk Golongan Huruf (26 Kolom Tamyiz)
Jika kata tersebut adalah huruf seperti Inna (sesungguhnya), La (tidak), Hal (apakah), Ila (kepada), artikan langsung maknanya sesuai kamus kolomnya.
Identifikasi Isim dengan 7 Ciri Utamanya
Periksa apakah kata memiliki Alif Lam (ال), Tanwin, Ta' Marbuthah, atau didahului huruf jar. Jika ya, berarti kata tersebut adalah benda/nama/sifat.
Identifikasi Fi'il dan Subjek Pelakunya (Dhomir)
Jika bukan huruf dan bukan isim, periksa apakah kata tersebut diawali huruf Mudhara'ah (A-Na-Ya-Ta) atau diakhiri dhomir lampau. Tentukan siapa pelakunya (apakah Dia, Mereka, Kamu, atau Kami).
Susun Terjemahan Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia yang Mudah Dipahami
Rangkai makna kata-perkata menjadi kalimat yang indah dan tadabburi maknanya untuk diaplikasikan dalam ibadah sehari-hari.